Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Sastra Banding The grapes of warth dan Bumi Manusia

Sastra Banding Kesamaan dalam karya the grapes of warth dan bumi manusia The grapes of wart menggunakan alur mundur. Selayaknya bumi manusia karena mengulas masa penjajahan belanda. The grapes of warth pernah di cekal/di larang peredarannya oleh pemerintah dan sekolah, khususnya di tempat-tempat Associated Petani memiliki kehadiran yang kuat. Dalam Kern County, California, Associated Petani mulai membakar buku dan telah itu dilarang dari perpustakaan setempat. Bumi manusia serupa dengan the grapes of warth mendapat larangan edar oleh pemerintah indonesia masa itu. The grapes of warth mendapat penghargaan pulitzer Begitupun bumi manusia karya pramoedya ananta mendapat penghargaan Steinbeck menciptakan tokoh wanita yang begitu kuat menghadapi berbagai problematika yakni Ma joads. Pram merekontruksi imej nyai ontosoroh yang begitu kuat dalam segala hal. Steinbeck mengambil sudut pandang sebagian besar sosialistik, memperjuangkan kepentingan umum di atas kepentingan...

Tamparan indah teruntuk sarjana muda.

Gambar
 Sebuah senyuman dari teman lama. “Pagi itu saat di kampung halaman, teman yang istimewa berjalan melewati depan rumah, dia berhenti dan memastikan seseorang yang ia pandang. kemudian melempar senyum serta anggukan kepala, dan melanjutkan aktivitasnya.’’ Singkatnya, pertemuan dan senyuman itu  seolah menampar ku bertubi-tubi, bagaimana tidak. ia ini memiliki keterbatasan sejak kecil. Maaf dia susah berbicara, tangan kanannya tak bisa berfungsi maksimal, begitu juga salah satu kakinya jika berjalan dia seperti menyeret satu kakinya. Tak pernah kulihat dia beralas kaki dengan begitu aspal panas setia membakar kulit kakinya hingga kebal karna terbiasa. Menurut ibu ku, dia berkerja di pagi dan terkadang sore hari mengambil bungkus minuman bekas keliling desa. Semangat kerjanya luar biasa, Demi mencukupi makan sehari-hari itu pun kadang kurang. Semua itu membuat aku malu, namun sekaligus berterimakasih kau membuka mata ku. Semoga pemembaca merasa...