Tamparan indah teruntuk sarjana muda.


 Sebuah senyuman dari teman lama.



















“Pagi itu saat di kampung halaman, teman yang istimewa berjalan melewati depan rumah, dia berhenti dan memastikan seseorang yang ia pandang. kemudian melempar senyum serta anggukan kepala, dan melanjutkan aktivitasnya.’’

Singkatnya, pertemuan dan senyuman itu  seolah menampar ku bertubi-tubi, bagaimana tidak. ia ini memiliki keterbatasan sejak kecil. Maaf dia susah berbicara, tangan kanannya tak bisa berfungsi maksimal, begitu juga salah satu kakinya jika berjalan dia seperti menyeret satu kakinya. Tak pernah kulihat dia beralas kaki dengan begitu aspal panas setia membakar kulit kakinya hingga kebal karna terbiasa.

Menurut ibu ku, dia berkerja di pagi dan terkadang sore hari mengambil bungkus minuman bekas keliling desa. Semangat kerjanya luar biasa, Demi mencukupi makan sehari-hari itu pun kadang kurang. Semua itu membuat aku malu, namun sekaligus berterimakasih kau membuka mata ku. Semoga pemembaca merasakan hal yg sama dengan ku. Berhubung kau sudah memberi hadiah, ada baiknya jika aku membalas walau hanya tulisan semoga berguna.

Hai teman,  bangunlah dari tidur panjang mu, sudah terlalu nyenyak terbawa arus mimpi hingga kau lupa bukan ? sejuk embun pagi.

Bangunlah, dan jangan heran dunia sekarang sudah berbeda sebelum kau tidur dulu. 
Semenjak kau tarik selimut dan memulai tidur penduduk bumi mulai berlomba-lomba mengkonsumsi aset-aset konsumtif.

Mulai dari handphone, smartphone, facebook, twiter, path, Instagram.

Kebutuhan manusia juga berubah, yang dahulu papan, sandang, pangan sekarang kuota, carger, dan kamera, update eksistensi.

Pasar pun berubah menjadi sepi, sekarang orang mau membeli apa saja sudah ada di genggaman tangan mu.

Jika kau masih nekat pergi kepasar untuk beli sesuatu, kuno & ketinggalan zaman. Gelar yang di hadiahkan padamu oleh orang-orang modern.

Satu hal lagi teman, dibelahan bumi yang lain masih ramai demonstrasi pelarangan taksi onlinne, uber, grab, or gojek. Karena lebih mudah & transparan. Mungkin karena taksi online tak harus berplat kuning, kir, argo dsb. Dengan dalih mematikan jasa konvensional, mungkin bapak becak & andong yang bisa menjawab dalih itu.

Mungkin yang satu di titik nyaman dan kenyamanan mereka terganggu. Semoga pemerintah segera menuntaskan masalah ini. Sekali lagi jangan heran kawan. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Banding The grapes of warth dan Bumi Manusia

Jual Yanto saat krisis Covid 19