Siar centong nasi, sebagai penyebaran musik di keluarga.





Saya kategori orang yang dekat dengan music sedari kecil, namun saya heran orang tua saya tidak ada indikasi menyukai musik baik itu ibu maupun alm bapak. Setelah saya runtutkan dari mana dan siapa yang menularkan ternyata lingkungan yang membentuk dan mewariskannya.

Pertama, Melalui tetangga pak supardi seorang MC setiap pagi beliau putar music dan lama-lama mantuk-matuk sendiri otomatis tertanam di dalam kepala saya. Kedua om dan tante beliau ini spesies fanatic dengan musik 80-90an sebenarnya ini adalah cara yang paling mujarab, selain jurus pamungkasnya ngetokin kaca jendela dari dapur menggunakan centong. 

jadi bukan tidak mungkin jika kadang Rhoma irama yang membangunkan tidur saya “Begadang jangan begadang kalau tiada artinya, 
Begadang boleh saja Kalau ada perlunya teroreroreet “ terkadang juga Rita sugiarto “Mati aku ayahku tahu, Aku sedang berkencan dengan pacarku“ diputar menggunakan vcd player dan volume yang mewajibkan untuk murka, bangun dengan keadaan kaget & bingung mau emosi sama siapa? 

soalnya tidak ada bukti siapakah pelanggar hak tidur pagi saya baik itu tante atau si om. 
cara tersebut di aplikasikan saat mood mereka baiq dipagi hari, otomatis tok tok took, terkadang juga dor dor dor. Suara kaca jendela yang di pukul centong, namun kadang saya memilih pura-pura tuli, sambil bergemumam dalam hati, mau bangunin aku saja dia minta bantuan banyak oknum. Rhoma irama & Soneta, VCD player buatan jepang, Kaca jendela, centong nasi buatan cina. 

Kadang, aku juga berfikir. Apakah persoalan ini tidak bisa di bicarakan secara baiq-baiq. Melalui diplomasi yang memberikan win-win solution. Selayaknya percakapan anak kecil agar mau makan. Si ibu menanyakan kamu mau makan lauk apa nanti siang. Kan menariq, bergairah, ikhlas dalam menunaikan makan atau bangun dari tidur.   

Apapun cara yang engaku pakai aku tetap berterimaksih dan mengakui bahwa om dan tante tetap saya anggap sebagai keluarga. Karena tante adalah adik kandung dari ibu saya. Sampai sini Faham? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Banding The grapes of warth dan Bumi Manusia

Jual Yanto saat krisis Covid 19

Tamparan indah teruntuk sarjana muda.